2016 Tugas Softskill Ke-1
ALL ABOUT GAME
Defini Game
Dalam kamus bahasa Indonesia
“Game”diartikan sebagai permainan. Permainan merupakan bagian dari bermain dan
bermain juga bagian dari permainan keduanya saling berhubungan. Permainan
adalah kegiatan yang kompleks yang didalamnya terdapat peraturan, play dan
budaya. Sebuah permainan adalah sebuah sistem dimana pemain terlibat dalam
konflik buatan, disini pemain berinteraksi dengan sistem dan konflik dalam
permainan merupakan rekayasa atau buatan, dalam permainan terdapat peraturan
yang bertujuan untuk membatasi perilaku pemain dan menentukan permainan. Game
bertujuan untuk menghibur, biasanya game banyak disukai oleh anak–anak hingga
orang dewasa. Games sebenarnya penting untuk perkembangan otak, untuk
meningkatkan konsentrasi dan melatih untuk memecahkan masalah dengan tepat dan
cepat karena dalam game terdapat berbagai konflik atau masalah yang menuntut
kita untuk menyelesaikannya dengan cepat dan tepat. Tetapi game juga bisa
merugikan karena apabila kita sudah kecanduan game kita akan lupa waktu dan akan
mengganggu kegiatan atau aktifitas yang sedang kita lakukan.
Game berasal dari kata bahasa
inggris yang berarti dasar permainan. Permainan dalam hal ini merujuk pada
pengertian kelincahan intelektual( Intellectual Playability Game) yang juga
bisa diartikan sebagai arena keputusan dan aksi pemainnya. Dalam game, ada
target-target yang ingin dicapai pemainnya.
Sejarah Game
Lalu dari segi perkembangan game
tersebut, dapat dilihat dari perkembangan-perkembangan game dan sejarah dari
game tersebut.
Video game berawal dari
pengembangan tabung sinar katoda yang terdapat dalam sistem peluru pertahanan
pada akhir Perang Dunia II. Program-program ini kemudian diadaptasi ke dalam
bentuk permainan sederhana.
Pada 1947 Thomas Toliver Goldsmith Jr dan
Estle Ray Mann menciptakan permainan simulator rudal Cathode Ray Tube
Device Amusement. Permainan ini terinspirasi dari kecanggihan radar Perang
Dunia II. Inilah game elektronik pertama yang tercatat dalam sejarah.Meski
memiliki unsur permainan, game ini tak popular. Penggunaannya terbatas untuk
kepentingan simulasi latihan militer. Tampilannya juga masih sederhana; belum
berwarna dan hanya mengeluarkan suara “tat-tit-tut”. Baru pada 1970-an
game elektronik bias dinikmati di rumah-rumah. Ralph Baer, seorang Jerman
berdarah Yahudi, mendesain video game rumahan pertama dengan prototipe bernama
Brown Box. Baer menjual idenya ke perusahaan Magnafox. Prototipe Baer kemudian
dirilis ke pasar dengan nama Magnafox Odyssey. Produk ini berisi 16 game built-in yang
dapat diganti-ganti dengan menggunakan sebuah switch. Ralph Baer
kemudian tercatat sebagai “bapak game dunia”.Popularitas video game kian
menanjak ketika pengusaha Nolan Bushnell mendesain mesin game koin (arcade)
pertama di dunia bernamacomputer space di Indonesia
popular dengan sebutan Ding-Dong. Bushnell kemudian membuat game simulasi
ping-pong yang diberi nama Pong. Game ini laku keras di pasaran. Hampir setiap
keluarga di Amerika bermimpi bias membeli game ini. Di berbagai taman hiburan
dan kafe, Pong bahkan harus dibongkar setiap 24 jam sekali untuk mengeluarkan
koin yang berjejalan. “Selama puluhan tahun, orang Amerika lebih banyak
menghabiskan uangnya untuk sistem home video game dan di
tempat-tempat permainan Ding-Dong daripada untuk menonton film atau musik jumlah totalnya mencapai lebih dari sebelas milyar dolar,” tulis Roger Fidler
dalam Mediamorfosis
Belum puas dengan Pong,
Bushnell meluncurkan Atari 2600, video game pertama yang berbasis konsol, lalu
Atari 7800 yang disebut-sebut sebagai pelopor penggunaan joystick.
Tapi semua kejayaan
itu tak bertahan lama. Pasar jemu. Angka penjualan merosot. Sebagian perusahaan
video game Amerika beralih ke bisnis komputer lain atau bangkrut. Sebagian
besar kaum eksekutif dan analis industri melihat hal ini sebagai pertanda bahwa
video game hanyalah sebuah keisengan.Pada saat itulah muncul pendatang baru
dari Jepang, Nintendo, yang menggebrak pasar video game dunia dengan merilis
Famicom. Konsol ini menampilkan gambar dan animasi resolusi tinggi untuk kali
pertama. Setelah mendapat sambutan hangat di Jepang, Famicom melakukan ekspansi
pasar ke Amerika. “Pada 1989, Nintendo mengendalikan 80 persen pasar video
game Amerika. Bahkan pada 1990-an, satu dari setiap lima rumah tangga di
Amerika memiliki perangkat permainan Nintendo,” tulis Fidler.Pada tahun-tahun
berikutnya, Nintendo berhasil menikmati posisi istimewa di pasar video game.
Pesaing-pesaingnya tak mampu membendungnya. Sega sempat member perlawanan
sengit melalui Sonic The Hedhog. Sayang, perusahaan ini lebih sering kalah
cepat dalam pengembangan game ketimbang Nintendo. Penantang serius
Nintendo muncul pada 1994. Sony, perusahaan elektronik terkemuka, merilis Sony
Playstation (PSX), konsol berbasis CD. PSX terjual hingga ratusan juta unit.
Sony bahkan kian merajalela melalui PlayStation 2, yang sudah berbasis DVD.
Nintendo, Sega, dan Microsoft, yang mengeluarkan produk tergres mereka, belum
mampu mengalahkannya.Tapi perang belum berakhir. November 2005 Microsoft datang
dengan Xbox 360, konsol generasi terkini yang memanfaatkan media HD-DVD. Dengan
segudang fitur istimewa, Xbox 360 menarik banyak penggemar game. Tak mau kalah,
Nintendo meluncurkan terobosannya, Nintendo Wii. Dengan inovasi pada stik
kontrol mereka yang “motion sensitive”, Nintendo kembali mengambil-alih
pasar video game. Sony, sekalipun mengeluarkan Playstation 3, sudah terlambat.
Tinggallah kini persaingan
antara Microsoft dan Nintendo. Tapi pesaing-pesaing baru akan bermunculan.
Salah satunya Apple, sebuah perusahaan notebook terkemuka yang sukses dengan
iPhone dan iPod. Ada rumor mereka berencana terjun ke industry konsol video
game. Pihak Nintendo sudah mewaspadai Apple sebagai musuh masa depan
mereka.
Hal-hal yang Dibutuhkan Dalam Membuat Game
1. Menentukan Spesifikasi Game
Misalnya dengan menentukan game yang akan dibuat 2D atau 3D
lalu, berapa rentan usia yang di targetkan dalam game yang akan dibuat. Lalu
tentukan juga berdasarkan settinganya, bagaimana strategi yang digunakan.
2. Menentukan Alur Game
Dalam pembuatan game diperlukan penentuan jalan cerita dari game yang akan dibuat, contohny dengan seperti penentuan di berbagai level (pasti di setiap level terdapat jalan cerita yang ketika levelnya semakin tinggi maka tingkat kesulitanya pun semakin tinggi pula). Lain halnya ketika membuat game yang berbasis animasi/film-film (seperti Harry Potter, Spiderman, Cinderella, dll). Hal-hal yang harus diketahui jika memilih game yang berbasis animasi/film-film adalah dimana tempatnya, bagaimana cara mengalahkannya, berapa musuhnya, dll.
3. Mencari bahan-bahan yang dibutuhkan
Bahan-bahan yang digunakan yaitu gambar-gambar, efek-efek, dan juga musik atau backsound.
4. Implementasi Program
Disini lah inti dari pembuatan game, yaitu pengkodingan atau
mengimplementasi ke dalam program. Pada tahap ini di butuhkan pemahaman tentang
pemograman yang berorientasi objek, grafika komputer dan juga pengetahuan
tentang bahasa pemograman tersebut.
5. Mencoba dan Perbaikan program Ini adalah tahap akhir dari semua perjalanan pembuatan game yaitu pengecekan program aplikasi game yang DIbuat. Dalam tahap ini pengecekan yang dilakukan sebaiknya dilakukan oleh orang lain, agar dapat mengetahui pendapat tentang game yang telah dibuat terhadap orang lain.
Jenis-Jenis Game
Jenis game mungkin sangat
banyak dan bervariasi, dari media untuk memainkannya yang berbeda, cara
bermain, jumlah pemain, tapi disini yang akan dijelaskan adalah jenis game berdasarkan
tipe game yang biasanya dimainkan di handphone dan komputer .
1. Action games, biasanya meliputi tantangan
fisik, teka-teki (puzzle), balapan, dan beberapa konflik lainnya.
Dapat juga meliputi masalah ekonomi sederhana, seperti mengumpulkan
benda-benda.
2. Real Time Strategy (RTS) adalah game yang melibatkan masalah strategi, taktik, dan logika Contoh game jenis ini adalah Age of Empire, War Craft, dan sebagainya.
3. Role Playing Games (RPG), kebanyakan game jenis ini melibatkan masalah taktik, logika, dan eksplorasi atau penjelajahan. Dan juga kadang meliputi teka-teki dan masalah ekonomi karena pada game ini biasanya melibatkan pengumpulan barang-barang rampasan dan menjualnya untuk mendapatkan senjata yang lebih baik. Contoh dari game ini adalah Final Fantasy, Ragnarok, Lord of The Rings, dan sebagainya.
4. Real World Simulation, meliputi permainan olahraga dan simulasi masalah kendaraan termasu kendaraan militer. Games ini kebanyakan melibatkan masalah fisik dan taktik, tetapi tidak masalah eksplorasi, ekonomi dan konseptual. Contohnya seperti adalah game Championship Manager.
5. Construction and Management, seperti game Roller Coster Tycoon dan The Sims. Pada dasarnya adalah masalah ekonomi dan konseptual. Game ini jarang yang melibatkan konflik dan eksplorasi dan hampir tidak pernah meliputi tantangan fisik.
6. Adventure games, mengutamakan masalah eksplorasi dan pemecahan teka-teki. Namun terkadang meliputi masalah konseptual, dan tantangan fisik namun sangat jarang.
7. Puzzle games, ditujukan untuk memecahkan suatu masalah tertentu. Hampir semua semua tantangan disini menyangkut masalah logika yang biasanya dibatasi oleh waktu.
8. Slide scrolling games, pada jenis game ini karakter dapat bergerak ke samping diikuti dengan gerakan background. Contoh game tipe seperti ini adalah Super Mario, Metal Slug, dan sebagainya.
Software Pembuat Game
Banyak aplikasi untuk mebuat game yang bisa di gunakan siapapun bukan hanya
untuk yang ahli programing game tapi untuk pemula yang ingin membuat game
sendiri. Berikut adalah beberapa aplikasi yang biasa digunakan untuk membuat
game, game yang berbasis Flash yakni:
1. AlbinoBlackSheep 11. Visionaire2d
2. FlashKit 12. YoYoGames
3. Kirupa 13. Charas-Project
4. Lassie Adventure Studi0 14. CrankEye
5. Sploder 15. DualSolace
6. Anim8or 16. FreeMMORPGMaker
7. Byond 17. PhanxGames
8. Game Discovery 18. PlayerWorlds
9. Martin Piecky’s Website 19. RPG maker
10. VGMusic 20. RPG Revolution





0 Response to "2016 Tugas Softskill Ke-1"
Posting Komentar