DISKRIMINASI

Knp pnya muka jelek slalu di diskriminasi oleh para cewek? tidak adil?

knp orang cantik/ganteng selalu di puji-puji, sedangkan klo pnya muka jelek slalu di diskriminasi/ udah tau jelek tpi mlah selalu di hina, di jauhin, jdi bahan ejekan, kyknya menilai muka jelek itu seprti mhluk yg menjijikan. aku sedih... tuhan itu adil, tapi mngapa manusianya itu tidak adil dlm memperlakukan sesamanya. gue jga pngen sperti orng lain yg ngerasain pacaran tpi apalah daya diriku yg penuh kekurangan, udh punya muka jelek, minderan lgi, gak jgo becanda lgi, harta gak punya


Answer :

 "apalah daya diriku yg penuh kekurangan, udh punya muka jelek, minderan lgi, gak jgo becanda lgi, harta gak punya."
Kamu sendiri mencap dirimu seperti itu, tapi kamu mengharapkan semua orang memujamu.

Kamu bukannya didiskriminasi orang, tapi KAMUlah yang membuat dirimu didiskriminasi.

Semua orang punya kekurangan. Tapi bukan alasan untuk tidak memperbaiki diri. Orang cantik dan ganteng pun kadang dijauhi karena sifat buruknya. 

Model pun, walau wajahnya cantik, tapi kalau suka seenaknya, kasar sama orang lain dan tidak bisa bersikap sopan, yang ada tidak akan dipakai untuk pemotretan lagi.


Aku punya teman kuliah cowok yang mukanya biasa banget, logatnya aneh dan gayanya gak oke abis. Tapi dia PD. Dia dapat cewek tercantik satu kampus.

Semua anak kampus menjuluki mereka "beauty and the beast", tapi dia bilang "beauty and THE BEST"

Karena memang dibalik mukanya yang biasa, ada cowok sopan, baik, humoris dan selalu siap membantu.


Perlakuan orang ke kamu tergantung bagaimana kamu memperlakukan orang itu.

Seperti katamu tadi, Tuhan itu Maha Adil, dan Tuhan telah membuatkan rumus kehidupan yang mudah kita terapkan.

Kita baik ke orang, orang baik ke kita.

Kita menyepelekan orang, kita pun disepelekan.

Kita berusaha berteman, orang akan menjadi teman kita.


Nah, kalau kamu merasa didiskriminasi, intropeksi diri..

Sudahkah kamu belajar cara berteman yang baik ? Sudahkah kamu mendekati cewek yang kamu sukai dengan cara yang benar ? Sudahkah kamu memperlihatkan sisi terbaikmu ?

Kalau belum, maka belajarlah dari sekarang. Tidak ada kata terlambat untuk berubah menjadi lebih baik.

Read Users' Comments (0)

MANUSIA DAN KEINDAHAN



Di kampung halamanl saya, saya dimanjakan oleh pemandangan luar biasa yang menyingkapkan hasil karya penciptaan Allah yang mengagumkan dan spektakuler. Baru-baru ini, ketika sedang berkendara melintasi suatu hutan, saya begitu terpukau oleh pemandangan menakjubkan dari pepohonan musim gugur yang dihiasi warna merah tua dan beragam warna kuning. Semuanya itu tertata indah secara artistik dengan latar belakang langit biru yang luar biasa cerahnya. Dan tidak lama lagi, seiring dengan turunnya suhu udara dan datangnya musim dingin, saya akan kembali diingatkan bahwa masing-masing kepingan salju itu unik dan tidak ada yang seragam. Kepingan-kepingan salju itu saling bertumpuk untuk menyajikan suatu pemandangan indah berupa hamparan salju yang putih cemerlang. Setelah itu akan muncul keajaiban musim semi, ketika tanaman yang terlihat mati tanpa harapan kemudian bermekaran kembali dan menghiasi padang rumput dengan beragam warna yang indah. Yang luar biasa, walaupun ciptaan yang ada di sekitar kita telah dirusak oleh dosa. Allah tetap menganggap baik untuk menghiasi pemandangan yang telah rusak ini dengan karya tangan-Nya yang penuh kasih. Setiap hari, keindahan alam itu mengingatkan kita akan keindahan anugerah-Nya yang mengampuni dosa- dosa kita dan akan kasih-Nya yang selalu tersedia untuk kita, makhluk yang telah jatuh dalam dosa. Tuhan, kiranya kami selalu menyadari anugerah dan kasih-Mu yang terdapat di sekitar kami. Terima kasih karena telah membiarkan diri-Mu terlihat melalui keindahan ciptaan-Mu. Ajar kami melihat melampaui keindahan itu untuk menyaksikan karya tangan-Mu. Jangan pernah lewatkan kesempatan untuk menikmati keindahan alam—itulah karya tangan Allah.

Read Users' Comments (0)

MANUSIA DAN CINTA KASIH

Saat ku mengenal Dia, di situlah awal dari cerita indah ku bersamanya yang berharap cerita bersamanya tak kan hilang dan kekal abadi sampai jodoh mempertemukan kami. 
Dia lah yang ku cari selama ini yang sesuai dengan kriteria ku, dengan wajah ke arab-araban, hdung yang mancung, kulit yang putih, kepribadian yang Islami. 
Biarkan waktu berlalu tetapi cinta kami tak lekang oleh waktu, terus berjalan hingga pada akhrnya kamu menemukan titik temu yang membahagiakan. 

Tak terasa kita telah bersama Kebahagiaan dan kesedihan selalu kita lalui berdua. Aku untukmu dan kau untukku. Hukum itu selalu kita pegang erat-erat. 
Setiap hembusan nafas 

selalu menyebutmu, 

Setiap aliran darah 
selalu berkata namamu, 
Siang malam aku selalu 
membayangkanmu. 
Tak terasa kita telah 
bersatu. 
Semoga tuhan terus 
memberkati 
Hubungan jujur tak kan 
pernah mati 
Aku berjanji untuk setia 
Aku yakin kaupun setia.

Akhir Penantian 
Kasih ……. 
Sungguh aku tak menduga 
S’lama ini, kau hanya membuat luka 
Dalam sanubari ku 
Telah sekian lama aku menunggu 
Namun, apa yang aku rasakan 
Setelah aku bertemu dengan mu 
Hanya luka yang ada dalam hatiku 
Ketika ku tersadar 
Kau hanyalah menggoreskan luka 
dihatiku 
Sungguh aku tak menduga 
Begitu tajam hatimu padaku 
Kini, setelah ku tahu 
Siapa sebenarnya dirimu 
Ku tak akan lagi menantimu 
Biarlah cintaku hilang bersama 
kenangan lalu 
Ku relakan semua itu 
Janganlah kau hampiri ku lagi 
Bila cintamu bukanlah untukku.

Masalah Sosial

Pengertian Masalah Sosial dan Jenis/Macam Masalah Sosial Dalam Masyarakat


      Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
     Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :
1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
3. Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
4. Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.
1. Faktor Ekonomi
faktor ini merupakan faktor terbesar terjadinya masalah sosial. Apalagi setelah terjadinya krisis global PHK mulai terjadi di mana-mana dan bisa memicu tindak kriminal karena orang sudah sulit mencari pekerjaan.
2.Faktor Budaya
Kenakalan remaja menjadi masalah sosial yang sampai saat ini sulit dihilangkan karena remaja sekarang suka mencoba hal-hal baru yang berdampak negatif seperti narkoba, padahal remaja adalah aset terbesar suatu bangsa merekalah yang meneruskan perjuangan yang telah dibangun sejak dahulu.
3.Faktor Biologis
Penyakit menular bisa menimbulkan masalah sosial bila penyakit tersebut sudah menyebar disuatu wilayah atau menjadi pandemik.
4.Faktor Psikologis
 Aliran sesat sudah banyak terjadi di Indonesia dan meresahkan masyarakat walaupun sudah banyak yang ditangkap dan dibubarkan tapi aliran serupa masih banyak bermunculan di masyarakat sampai saat ini.
       Masalah sosial menemui pengertiaannya sebagai sebuah kondisi yang tidak diharapkan dan dianggap dapat merugikan kehidupan sosial serta bertentangan dengan standar sosial yang telah disepakati. Keberadaan masalah sosial ditengah kehidupan masyarakat dapat diketahui secara cermat melalui beberapa proses dan tahapan analitis, yang salah satunya berupa tahapan diagnosis. Dalam mendiagnosis masalah sosial diperlukan sebuah pendekatan sebagai perangkat untuk membaca aspek masalah secara konseptual. Eitzen membedakan adanya dua pendekatan yaitu person blame approach dan system blame approach (hlm. 153).
      Person blame approach merupakan suatu pendekatan untuk memahami masalah sosial pada level individu. Diagnosis masalah menempatkan individu sebagai unit analisanya. Sumber masalah sosial dilihat dari faktor-faktor yang melekat pada individu yang menyandang masalah. Melalui diagnosis tersebut lantas bisa ditemukan faktor penyebabnya yang mungkin berasal dari kondisi fisik, psikis maupun proses sosialisasinya.
      Sedang pendekatan kedua system blame approach merupakan unit analisis untuk memahami sumber masalah pada level sistem. Pendekatan ini mempunyai asumsi bahwa sistem dan struktur sosial lebih dominan dalam kehidupan bermasyarakat. Individu sebagai warga masyarakat tunduk dan dikontrol oleh sistem. Selaras dengan itu, masalah sosial terjadi oleh karena sistem yang berlaku didalamnya kurang mampu dalam mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi, termasuk penyesuaian antar komponen dan unsur dalam sistem itu sendiri.
       Dari kedua pendekatan tersebut dapat diketahui, bahwa sumber masalah dapat ditelusuri dari ”kesalahan" individu dan "kesalahan" sistem. Mengintegrasikan kedua pendekatan tersebut akan sangat berguna dalam rangka melacak akar masalah untuk kemudian dicarikan pemecahannya. Untuk mendiagnosis masalah pengangguran misalnya, secara lebih komprehensif tidak cukup dilihat dari faktor yang melekat pada diri penganggur saja seperti kurang inovatif atau malas mencari peluang, akan tetapi juga perlu dilihat sumbernya masalahnya dari level sistem baik sistem pendidikan, sistem produksi dan sistem perokonomian atau bahkan sistem sosial politik pada tingkat yang lebih luas.
        Anak jalanan: Dilema? Sebenarnya isltilah anak jalanan pertama kali diperkenalkan di Amerika Selatan atau Brazilia yang digunakan bagi kelompok anak-anak yang hidup dijalanan umumnya sudah tidak memiliki ikatan tali dengan keluarganya.Anak-anak pada kategori ini pada umumnya sudah terlibat pada aktivitas-aktivitas yang berbau criminal. Kelompok ini juga disebut dalam istilah kriminologi sebagai anak-anak dilinguent. Istilah ini menjadi rancu ketika dicoba digunakan di negara berkembang lainnya yang pada umumnya mereka masih memiliki ikatan dengan keluarga. UNICEF kemudian menggunakan istilah hidup dijalanan bagi mereka yang sudah tidak memiliki ikatan keluarga, bekerja dijalanan bagi mereka yang masih memiliki ikatan dengan keluarga. Di Amerika Serikat juga dikenal istilah Runauay children yang digunakan bagi anak-anak yang lari dari orang tuanya.
        Walaupun pengertian anak jalanan memiliki konotasi yang negatif di beberapa negara, namun pada dasarnya dapat juga diartikan sebagai anak-anak yang bekerja dijalanan yang bukan hanya sekedar bekerja di sela-sela waktu luang untuk mendapatkan penghasilan, melainkan anak yang karena pekerjaannya maka mereka tidak dapat tumbuh dan berkembang secara wajar baik secara jasmnai, rohani dan intelektualnya. Hal ini disebabkan antara lain karena jam kerja panjang, beban pekerjaan, lingkungan kerja dan lain sebagainya.
         Anak jalanan ini pada umumnya bekerja pada sector informal. Phenomena munculnya anak jalanan ini bukanlah karena adanya transformasi system social ekonomi dan masyarakat pertanian ke masyarakat pra-industri atau karena proses industrialisasi. Phenomena ini muncul dalam bentuk yang sangat eksploratif bersama dengan adanya transformasi social ekonomi masyarakat industrialsasi menuju masyarakat yang kapitalistik.
         Kaum marjinal ini selanjutnya mengalami distorsi nilai, diantaranta nilai tentang anak. Anak, dengan demikian bukan hanya dipandang sebagai beban, tetapi sekaligus dipandang sebagai factor ekonomi yang bisa dipakai untuk mengatasi masalah ekonomi keluarga. Dengan demikian, nilai anak dalam pandangan orang tua atau keluarga tidak lagi dilihat dalam kacamata pendidikan, tetapi dalam kepentingan ekonomi. Sementara itu, nilai pendidikan dan kasih saying semakin menurun. Anak dimotivasi untuk bekerja dan menghasilkan uang.
Dalam konteks permasalahan anak jalanan, masalah kemiskinan dianggap sebagai penyebab utama timbalnya anak jalanan ini. Hal ini dapat ditemukan dari latar belakang geografis, social ekonomi anak yang memang datang dari daerah-daerah dan keluarga miskin di pedesaan maupun kantong kumuh perkotaan. Namun, mengapa mereka tetap bertahan, dan terus saja berdatangan sejalan dengan pesatnya laju pembangunan?
         Ada banyak teori yang bisa menejlaskan kontradiksi-kontradiksi antara pembangunan dan keadilan-pemerataan, desa dan kota, kutub besar dan kutub kecil, sehingga lebih jauh bia terpetakan lebih jela persoalan hak asasi anak. Meskipun demikian, kemiskinan bukanlah satu-satunya factor penyebab timbulnya masalah anak jalanan. Dengan demikian, adanya sementara anggapan bahwa masalah anak jalanan akan hilang dengan sendirinya bila permasalahan kemiskinan ini telah dapat diatasi, merupakan pandangan keliru.
Masyarakat Dan Negara
       Parillo menyatakan, kenyataan paling mendasar dalam kehidupan sosial adalah bahwa masyarakat terbentuk dalam suatu bangunan struktur. Melalui bangunan struktural tertentu maka dimungkinkan beberapa individu mempunyai kekuasaan, kesempatan dan peluang yang lebih baik dari individu yang lain (hlm. 191). Dari hal tersebut dapat dimengerti apabila kalangan tertentu dapat memperoleh manfaat yang lebih besar dari kondisi sosial yang ada sekaligus memungkinkan terpenuhinya segala bentuk kebutuhan, sementara dipihak lain masih banyak yang kekurangan.
      Masalah sosial sebagai kondisi yang dapat menghambat perwujudan kesejahteraan sosial pada gilirannya selalu mendorong adanya tindakan untuk melakukan perubahan dan perbaikan. Dalam konteks tersebut, upaya pemecahan sosial dapat dibedakan antara upaya pemecahan berbasis negara dan berbasis masyarakat. Negara merupakan pihak yang sepatutnya responsif terhadap keberadaan masalah sosial. Perwujudan kesejahteraan setiap warganya merupakan tanggung jawab sekaligus peran vital bagi keberlangsungan negara. Di lain pihak masyarakat sendiri juga perlu responsif terhadap masalah sosial jika menghendaki kondisi kehidupan berkembang ke arah yang semakin baik.
        Salah satu bentuk rumusan tindakan negara untuk memecahkan masalah sosial adalah melalui kebijakan sosial. Suatu kebijakan akan dapat dirumuskan dengan baik apabila didasarkan pada data dan informasi yang akurat. Apabila studi masalah sosial dapat memberikan informasi yang lengkap dan akurat maka bararti telah memberikan kontribusi bagi perumusan kebijakan sosial yang baik, sehingga bila diimplementasikan akan mampu menghasilkan pemecahan masalah yang efektif.
        Upaya pemecahan sosial sebagai muara penanganan sosial juga dapat berupa suatu tindakan bersama oleh masyarakat untuk mewujudkan suatu perubahan yang sesuai yang diharapkan. Dalam teorinya Kotler mengatakan, bahwa manusia dapat memperbaiki kondisi kehidupan sosialnya dengan jalan mengorganisir tindakan kolektif. Tindakan kolektif dapat dilakukan oleh masyarakat untuk melakukan perubahan menuju kondisi yang lebih sejahtera.
Sumber : 
http://hexiranafatin.blogspot.com/2010/09/masalah-masalah-sosial-yang-terjadi-di.html

Read Users' Comments (0)

KISAH

Slogan

Semakin bnyak memberi, semakin bnyak pula menerima ^_^

 

 

Pendahuluan

Jevrendhi ginting itu nama lengkapnya. Rendhi, Ginting, Ting, aa iting, jevren itu nama panggilannya bnyak bukan ! :D hahaha. Jevren adalah anak pertama yang lahir dari sepasang suami istri bernama Jakiman ginting dan Eli Susanti yang sama-sama berasal dari pulau sumatera. sumatera selatan dan sumatera utara. kemudia mempunyai 2 orang adik perempuan yang bwelnya naudzhubileh -_-. Mau tau ciri fisiknya @L@ ?? Berkulit putih dengan rambut yang ikal, tinggi sekitar 168 cm Sekian dulu- cpek ngetik ampe keringetan --"
Yang dibanggakan

 

Pendidikan

  • UNIVERSITAS GUNADARMA
    Teknik Informatika, 2013 - saat ini
  • SDN Keroncong Permai
    2002 - 2003
  • SDN Bojong IV
    2003 - 2008
  • SMPN 2 Tigaraksa
    2008 - 2011
  • SMAN 06 KAB.TANGERANG
    IPA, 2010 - 2013


Read Users' Comments (0)